
.
1. Bulu kaki
Bulu kaki yang terlalu lebat mengganggu
penampilanmu? Membuatmu tak percaya diri memakai rok pendek atau hot
pants? Kalau kamu memutuskan untuk mencukurnya habis, tidak akan jadi
masalah karena tidak ada efek berbahayanya. Hanya saja risiko kaki
lecet, iritasi kulit, sampai bulu kembali tumbuh tak beraturan harus
siap kamu hadapi. Untuk menghindari 3 hal itu, kamu bisa menghilangkan
bulu kaki dengan cara mencabutnya. Hasilnya akan lebih bersih, rapi, dan
tahan lama. Berikut ini bisa kamu coba: campurkan kapur barus dan
minyak tanah. Torehkan pada kakimu yang berbulu. Beberapa menit kemudian
hasilnya akan terlihat.
2. Rambut di kemaluan
Rambut berfungsi sebagai penjaga kelembaban
daerah mu. Rambut juga melindungi alat vital kita yang sangat
sensitif. Tapi, bukan berarti makin panjang dan lebat rambut, daerah
sensitif juga makin aman. Rambut di kemaluanmu yang terlalu panjang
justru bisa jadi sarang kuman dan penyebab iritasi, lho. Seperti rambut
di kepala, rambut kemaluan tetap membutuhkan perawatan rutin, misalnya
dicukur atau dipotong pendek agar terlihat lebih bersih dan rapi.
Bagaimana
dengan mitos rambut kemaluan yang panjang dan lebat menambah keseksian
perempuan? Sebaliknya, rambut justru mengurangi sensitivitasmu terhadap
rangsangan. Titik sensitifmu sulit dijangkau karena tertutup rambut.
Seorang seksolog, Patricia Fawver, Ph.D, mengungkapkan libido pasanganmu
jadi lebih tergugah melihat daerah sekitar kemaluan yang tampak jelas.
Itu jadi daya tarik yang sangat istimewa baginya. Karena itulah mencukur
rambut kemaluan menjadi salah satu jalan meningkatkan kualitas
kehidupan seksmu, sekaligus menghindari risiko kesehatan.
3. Rambut di kepala
yang mulai memutih atau beruban adalah hal
alami. Kita pun sering menemukan sehelai, dua helai uban di antara
rambut hitam kita. Tapi, kamu menganggap rambut putihmu itu merusak
penampilan dan langsung kamu cabut? Ternyata, kamu harus berpikir dua
kali untuk menghilangkannya.
Menurut pakar dermatologi,
dr.Farmanina Santoso, di bawah lapisan kulit kepala terdapat begitu
banyak saraf. Saraf-saraf itu bisa terganggu saat kamu mencabuti
ubanmu. Akibatnya, pertumbuhan rambutmu ikut terganggu. Tak hanya itu,
mencabut uban terlalu sering bisa membuatmu sering . Lalu, bagaimana
cara mengatasi uban di kepala? Semua rambut pasti akan mengalami
kerontokan, begitu juga dengan uban. “Biarkan saja uban-uban itu rontok
alami demi kesehatanmu,” saran dr. Farmanina.
4. Bulu ketiak
Alasan kecantikan, kebersihan, dan kenyamanan
membuat perempuan mencabut atau mencukur habis bulu ketiaknya.
Kedengarannya memang sepele, tapi mencabut atau mencukur habis bulu
ternyata berbahaya. Mencukur bulu ketiak berisiko menimbulkan luka kecil
tak kasat mata. Pori-pori di daerah ketiak juga akan membesar, sehingga
toksin dan zat kimia dari deodoran, bedak, ataupun krim dengan mudah
masuk kulit. Mencabut bulu ketiak juga dapat menimbulkan luka dan
pori-pori membesar. Luka ini memudahkan timbulnya penyakit, seperti
radang, bengkak, atau bernanah karena infeksi, menyebabkan mutasi yang
memicu terjadinya kanker payudara. Jadi, lebih baik dipotong menggunakan
gunting kecil atau gunting khusus untuk mengurangi risiko luka dan
pembesaran pori-pori.
5. Bulu hidung
Bulu yang terlalu panjang sampai mengintip
keluar mengganggu penampilanmu? Apa yang harus kamu lakukan untuk
mengatasinya? Mencabutnya? Jangan! Kamu cukup memotong bulu hidungmu.
Kenapa? Mencabut bulu hidung bisa menimbulkan radang di lubang hidung.
Bulu
baru yang tumbuh berisiko tumbuh ke dalam lapisan kulit sehingga tak
akan keluar ke permukaan kulit. Inilah yang memancing radang di sekitar
liang roma, mengakibatkan rasa pedih yang teramat sangat.
Radang
memang akan sembuh dengan sendirinya, tapi kamu akan merasa kesakitan
dalam waktu cukup lama. Dr. Roestiniadi Djoko Soemantri, Sp.THT KL
menjelaskan, rasa nyeri radang membuat penderita tak bisa tidur nyenyak,
jadi, mintalah antibiotik untuk mencegah terjadinya radang otak,
mengingat di sekitar bibir atas terdapat pembuluh darah yang langsung
berhubungan dengan otak. “Luka di area tersebut memungkinkan bakteri
atau kuman lain masuk ke tubuh dan menyerang otak,” ujar dr.
Roestiniadi.
Memotong bulu hidung juga jangan sampai terlalu
pendek karena fungsinya sebagai filter partikel-partikel kecil debu yang
masuk hidung. Kalau daerah pertahananmu dari debu itu lemah, udara
kotor yang terus-menerus masuk ke paru-paru bisa menyebabkan timbulnya
penyakit lain yang berbahaya.