Hamil anggur atau secara medis di sebut molahidatidosa, proses
kehamilan mengalami hal yang berbeda dengan kehamilan normal di mana
hasil pembuahan sel sperma dan sel telur gagal terbentuk dan berubah
menjadi gelembung-gelembung yang berbentuk bergerombol menyerupai buah
anggur.
♦ Sebenarnya apa dan bagaimana fakta tentang hamil anggur ♦
Hamil anggur adalah suatu bentuk tumor jinak dari sel- sel trofoblas,
yaitu bagian dari tepi sel telur yang kelak terbentuk menjadi ari-ari
janin. Hasil pembuahan yang gagal tersebut lalu membentuk
gelembung-gelembung menyerupai buah anggur. Pertumbuhan gelembung
semakin hari semakin banyak bahkan bisa berkembang secara cepat.Hal ini
yang membuat perut seorang ibu hamil dengan Molahidatidosa tampak cepat
besar.
Pada pemeriksaan laboratorium, didapatkan kadar HCG
(dengan pemeriksaan GM titrasi) atau dapat dilihat dari hasil
laboratorium beta sub unit HGG pada ibu hamil tinggi.
Pemeriksaan USG kandungan akan terlihat keadaan kehamilan yang kosong
tanpa ada janin dan tampak gambaran seperti badai salju dalam bahasa
medis di sebut ” Snow storm”.
Hamil anggur atau molahidatidosa
hanya dapat dialami oleh wanita yang pernah melakukan hubungan suami
istri. Jadi tidak benar bahwa hamil anggur bisa terjadi begitu saja
tanpa ada pertemuan sel sperma dan sel telur melalui hubungan seksual.
♦ Seberapa banyak kejadian kasus hamil anggur atau molahidatidosa ini? ♦
Dari berbagai referensi disebutkan bahwa kejadian hamil anggur pada
wanita Asia adalah satu dari 80 - 120 kehamilan. Namun, dengan semakin
cepatnya deteksi dini pada kehamilan yang bermasalah pada trimester
pertama dengan alat USG, maka seringkali buah kehamilan yang kosong
segera diketahui dan tidak sampai terjadi hamil anggur.
♦ Apa penyebab terjadinya hamil anggur ini? ♦
Hingga sekarang faktor penyebab langsung kejadian hamil anggur ini
masih belum diketahui secara pasti. Seringkali ditemukan pada masyarakat
dengan kondisi sosial ekononi yang rendah, kurang gizi, ibu yang sering
hamil dan gangguan peredaran darah dalam rahim.
♦ Apa saja gejala yang perlu diketahui secara awam agar dapat waspada hamil anggur? ♦
1. Pada umumnya tanda kehamilan test urine positif hamil. Ibu mengeluh
ada bercak perdarahan berulang-ulang bahkan bisa mengakibatkan
penurunan kadar sel darah merah ibu (anemia)
2. Ibu hamil
dengan molahidatidosa juga mengeluh mual muntah yang berlebihan bahakan
hingga pada kondisi keracunan kehamilan (toksemia gravidarum).
3. Mual dan muntah ini akibat tingginya kadar hormon HCG (hormon chorionik gonadotropin) dalam tubuh ibu.
4. Perut ibu semakin membesar tetapi ibu tidak merasakan
gerakan-gerakan janin dalam kandungannya. Besarnya perut ibu hamil
melebihi besar perut ukuran usia hamil yang seharusnya.
5. Pada keadaan lanjut, gelembung hamil anggur ikut keluar bersamaan dengan keluarnya darah dari dalam rahim.
Namun demikian memperhatikan gejala gejala di atas tidaklah cukup.
Karena pada keadaan kehamilan dengan kondisi kehamilan kembar,
keguguran, dan adanya penyakit keganasan pada ari ari, juga menunjukkan
salah satu atau sebagian dari tanda tersebut di atas. Apabila ibu hamil
menemukan atau mengalami salah satu tanda tersebut di atas jangan
langsung cemas. Periksakan dulu kepada dokter atau bidan. Karena belum
tentu hamil anggur.
♦ Bagaimana cara penanganan hamil anggur tersebut? ♦
Tindakan kuretase menjadi pilihan untuk membersihkan rahim dari
gelembung-gelembung hamil anggur. Kuretase dilakukan dapat berulang
beberapa kali tergantung kondisi kehamilan molahidatidosa. Dokter akan
memeriksa kadar hormon HCG dalam tubuh ibu dan memastikan bahwa sudah
sungguh-sungguh bersih.
Pada keadaan yang dianggap berbahaya
bagi kesehatan ibu dapat pula dilakukan tindakan pengangkatan rahim.
Namun keputusan ini juga mempertimbangkan faktor usia ibu dan jumlah
anak yang sudah dimiliki. Tindakan terakhir ini sangat jarang dilakukan.
♦ Apakah ada pemberian obat-obatan juga untuk kasus hamil anggur ini ? ♦
Dari berbagai literatur disebutkan bila pemantauan sulit dari jangkauan
tenaga kesehatan beberapa ibu hamil dengan kasus kehamilan
molahidatidosa ini ada yang mendapat terapi pengobatan juga dengan pil
setelah kuretase. Namun demikian pada ibu hamil dengan keadaan
molahidatidosa harus berupaya teratur kontrol agar tidak berkembang
menjadi penyakit kanker atau sel sel jinak berubah ganas. Beberapa efek
samping yang dapat timbul pada pemberian obat minum metotreksat
profilaksis adalah sariawan, mual, muntah, diare, kulit kemerahan juga
kerontokan rambut, kadar Hb menurun dsb. Oleh karena itu, sangat penting
untuk melakukan kontrol secara teratur.
♦ Dapatkah ibu hamil sembuh total dari keadaan hamil anggur ini? ♦
Bila tindakan penanganan dan pengobatan telah dilakukan secara cepat
dan tepat, maka ibu dapat berpeluang untuk hamil kembali. Kontrol rutin
tetap harus dijalani sesuai ketentuan prosedur dari dokter. Bila
pemeriksaan kadar HCG dalam darah sampai tiga kali berturut turut
negatif, ibu boleh pulng dengan diberi konseling penggunaan alat
kontrasepsi untuk menunda kehamilan.Alat kontrasepsi pilhan bisa pil,
atau IUD.
♦ Kapan ibu hamil setelah mengalami kuretase hamil anggur boleh hamil lagi ? ♦
Perencanaan kehamilan berikut dapat dilakukan setelah satu tahun bagi
pasangan yang belum mempunyai anak dan dua tahun bagi yang sudah pernah
punya anak sebelumnya.
Melihat kasus kehamilan dengan
molahidatidosa ini beresiko bagi keselamatan jiwa ibu, maka setiap
wanita yang dinyatakan hamil sejak dini harus memeriksakan kehamilannya
secara teratur, mengkonsumsi makanan bergisi sehat dan seimbang,
mengatur jarak kehamilan dan menjaga kesehatan tubuh termasuk pola hidup
sehat selama hamil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar